Timnas Indonesia Di Gebuk Korsel Sepakbola Putri Asian Games

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi CS Sbobetnesia, Karena Kami Sudah Menyediakan Bonus-bonus Yang Menarik Untuk Anda

Timnas Indonesia Di Gebuk Korsel Sepakbola Putri Asian Games  – Tim nasional Indonesia mesti tersisih dari cabang sepakbola putri Asian Games 2018. Itu sesudah Indonesia digebuk Korea Selatan dengan score telak 0-12.

Berlaga di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa (21/8/2018), gawang Indonesia beruntun dibobol Hyunyoung Lee yang membuat lima gol pada menit ke-4, (38′), (47′), (71′), (90′), dua gol Mira Moon (11′), (37′) Seonjoo Lim (14′), Hwayeon Son (48′), Selgi Jang (69′), Soyun Ji (89′) serta (90+2).

Hasil ini membuat Korea lolos menjadi juara Group A dengan sembilan point. Sesaat Indonesia ada di rangking ke-3 dengan tiga point serta tersisih karena defisit gol banyak sekali. Itu juga yang membuat Indonesia tidak berhasil berkompetisi dengan Hong Kong dalam persaingan perebutan jalan rangking ke-3 terunggul.

Dapatkan Bonus First Deposit 10% + Extra Kredit, Bonus Cashback 10% Tiap Minggunya, Bonus Ajak Teman 5% Selamanya (HOT) Hanya Dengan Minimal Deposit 25 Ribu di Sbobetnesia

Kekalahan 0-4 dari Taiwan serta 0-12 dari Korsel membuat team bimbingan Satia Bagja kebobolan 16 gol, semakin banyak dari Hong Kong yang kebobolan 15 gol selesai ditekuk China 0-7 serta Korea Utara 0-8.

Selesai laga, pelatih Satia Bagja mengaku bila Indonesia kalah kelas. Dianya juga mengaku taktik bertahan yang diterapkannya tidak dapat menghindari Danielle Daphne dkk dari kebobolan banyak gol.

“Saya mohon maaf. Awal mulanya kami ada selisih gol dengan Hong Kong lima gol. Saya telah coba usaha untuk banyak bermain bertahan. Saya juga ingin lihat pemain yang nalurinya tidak defence bagaimana kekuatannya,” tutur pelatih Indonesia Satia Bagja.

Di set pertama, Indonesia sendiri telah kebobolan lima gol. Di set ke-2, alih-alih bertahan lebih rapat, gawang Vera Lestari semakin jadi bulan-bulanan Korsel.

Bagja menuturkan, dianya telah berupaya memohon timnya meredam bola semakin banyak. Akan tetapi kualitas Korsel kenyataannya memang beda dari Indonesia.

“Saya katakan berikut, tidak perlu cepat-cepat, sabar, yang terpenting bola di kaki. Tetapi nyatanya anak-anak tidak dapat. Jujur saja waktu recovery satu hari itu kurang buat kami,” lebih Bagja.

“Saya juga coba mohon agar janganlah ada crossing. Seringkali cross, masuk. Itu juga sebetulnya telah kami antisipasi.”

Untuk Berbagung Bersama Kami, Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Atau Bisa Juga Dengan Mengisi Data Diri Anda Pada Form Pendaftaran Dibawah Ini